Here are some of what happened in the past six months of 2019 (Part. I)
Memulai lead postingan blog dengan "Waktu cepat banget berlalu..." sebenarnya terasa basi. Tapi, beneran deh, waktu cepat banget berlalu.
Sekarang aja saat gue melanjutkan draft postingan ini udah bulan Februari 2020. Mau gue selesaiin dari Januari tapi nggak jadi-jadi, haha.
So, how am I doing now? Overall, nice. So far, so good.
I will put some writings after this one post. Let's just continue about my recap about what happened in the past six months of 2019 first. Postingan terakhir saat awal banget gue sampai Melbourne kan ya.
- Kehidupan kuliah
Insecure adalah sebuah kata yang tepat di semester pertama. Insecure banget deh gue, hahaha. Bukan berarti gue nggak bisa ngikutin mata kuliahnya, tapi gue merasa sering insecure apa tugas-tugas yang gue kerjain udah benar atau belum. Baik itu tugas individu atau tugas kelompok. Kadang ada rasanya tugas yang dari bagian Business School pengen gue selesaiin cepet-cepet aja π Ada juga sih tugas paper gitu, yang gue bingung, ini gue oke nggak ya argumennya? Struktur tulisannya bisa dipahamin nggak ya? Hoalah, dulu kayak gimana sih pas S-1, kayaknya beberapa kali nulis paper (ujian terasa kayak merem) lalu udah lulus aja.
Setengah mata kuliah (matkul) gue MA. Marketing Communications di bawah Faculty of Arts dan setengah lainnya di bawah Business School. Dari antara empat matkul, menurut gue tiga mata kuliah oke-lah. Gue merasa menarik dan suka. Kalau yang satu lagi menarik sih, penting juga, tapi gue nggak begitu suka. Tapi, akhirnya ya, nilai di akhir semester, mata kuliah yang gue nggak suka itu cukup tinggi. Sementara ada salah satu matkul lain yang lebih gue suka, tapi nilainya jadi kurang memuaskan gara-gara salah satu tugas kelompok. Pas gue cek feedback tugas itu, ternyata ada masukan dosennya yang sesuai dengan apa yang pernah gue bilang ke grup dan mesti dimasukin ke tugas itu. Cuma ternyata kata temen-temen anggota lain sepertinya nggak usah dimasukin, yaudah gue manut aja. Nggak berargumen karena insecure. Oh, wow dan ngefeknya ke nilai. Hmmm, jadi pelajaran. Besok-besok dan semester selanjutnya kalau yakin ya jalanin aja. KURANGI INSECURE-nya.
By the way, di sini setiap selesai presentasi, presenter harus wajib masukin Discussion Question. Jadi, nggak cuma nunggu pertanyaan dari yang nonton, tapi ngedorong dan nampung argumen juga. Hmm, good, good. Presentasi pertama gue pernah nggak pake discussion question. Wahaha habis nggak tau. Untung dosennya baik banget, dan ngasih masukan dan saran itu di email. Presentasi selanjutnya gue jadi lebih paham, deeeh.
Sejujurnya gue sempat beberapa kali ada periode hilang mood atau hilang minat. Nggak enak banget karena jadi meragukan diri dan susah fokus. Saat-saat kayak gitu, mau nggak mau harus take-a-break dan ngasih jeda. Beda banget kalau lagi mood dan on-fire. Belajar atau nugas di mana pun bisa, termasuk sampai begadang. Lebih bagus sih kalau mood stabil-stabil aja.
Yaa Alhamdulillah badai tugas, ujian, dan presentasi itu berlalu juga. Semua nilai mata kuliahnya pun ternyata oke-oke aja. Pas hari terakhir ujian ngerasa lega. "Oh udahan ya ujiannya?", "Itu nggak berasa juga ya writing exam tiga jam.", "Ini ujian di Royal Exhibition Building bareng ratusan mahasiswa lain udah kayak tes IELTS aja." Pas nilai keluar pun merasa bisa-bisa aja ya ternyata. Jadi tau kelebihan diri ada di tipe matkul yang kayak gimana. Yaa hopefully next semester I'll improve and the result will be better.
Kalau untuk belajar atau nugas di kampus, gue paling suka di Student Lounge gedung The Spot, sebelah gedung Business School. Nggak terlalu sepi dan menegangkan kayak di Baillieu Library, nggak agak gelap kayak di gedung Art West, dan jendelanya oke.
Aktivitas lain di semester pertama selain kuliah dan kelas biasa belum banyak. Karena gue dapet advance standing jadi skip beberapa matkul awal/foundations dan masuk program studi yang durasi waktunya 1,5 tahun. Ternyata agak menantang sih, karena temen sekelasnya di matkul-matkul itu yang udah semester ke-duanya, ke-tiganya, atau semester terakhir. Jadi kalau diingat lagi, semester pertama itu sebenarnya gue masih lebih fokus nyesuaiin 'biar bahagia', nyesuaiin cara belajar dan nugas, serta eksplor di luar waktu kuliah. Kalau club yang terkait UniMelb, so far, ikutan jadi member Society of Marketing Communication, PPIA, dan drawing club. Kalau ada acara yang menarik ya ikut-ikut aja gitu.
- Ada apa aja di kampus?
Lingkungannya jelas multikultural banget. Manusia-manusia sekelas dari bermacam negara, lebih jarang yang warga lokal Aussie-nya. Dosennya juga asalnya macam-macam, kayak dari Amerika, Korea Selatan, dan Belanda. Paling suka sama dosen-dosen yang bisa ngasih contoh atau case yang menarik dan seru. Kalau lagi ada jadwal kelas online, ya ada video dosennya ngejelasin. OOOHIYA. yang paling penting dan disuka adalah fasilitas e-learning LECTURE CAPTURE. Kalau nggak masuk kelas jadi ada rekaman slide presentasi dan audio dosen selama di kelas. Love it. Untuk lecture yang sejam dan pernah nggak masuk, oke aja sih buat dengerin. Tapi, kalau yang lecture 3 jam didengerin ulang bosen dan jadi ngantuk. Nggak deh, masuk kelas aja.
Fasilitas umum lainnya di The University of Melbourne tidak perlu dipertanyakan lagi lah. Mahasiswa butuh apa aja, hampir semua jawabannya ada di websitenya. Kalau bingung dan perlu konsultasi lebih lanjut, bisa bikin janji sama Stop 1 (Student Service). Perlu feedback academic writing buat tugas-tugas juga bisa. Ada jatahnya empat kali dalam satu semester. Union house, musholla, gymnasium, kolam renang, health sevice, counselling, dan berbagai hall serta ruang seminar jelas ada dan design-nya keren-keren. Gue udah pernah beberapa kali ikut group fitness class di gymnya dan berenang juga. Baru nyoba pas liburan sih. Enak.
Coffee shop juga ada banyak dan tersebar di berbagai titik. Tiga tempat kopi favoritku adalah House of Cards, HoHos Canteen di Union House dan Porta Via di Law School. Kalau croissant di kampus yang enak di HoHos Canteen juga. Mantap pokoknya. Ohiya, di Union House juga ada Subway dan Boost Juice. Ada satu Subway lagi juga dekat Stop 1. Nyam enak sekali. Dulu awal-awal gue suka beli cookies Subway, lalu croissant. Kalau minum gue sering beli flat white atau mocha, dan setelah nyoba chai latte sekarang jadi suka banget chai latte. Walau gitu, dikala dahaga menerjang, bubble tea tetap terbaik sih π
Yaa sekian dulu beberapa hal yang terjadi selama enam bulan terakhir di 2019. Masih ada beberapa cerita (atau curhatan random) lain di postingan bagian selanjutnya.
*sebenarnya udahan karena State Library-nya mau tutup, jadi gue mesti balik.
Comments
Post a Comment