Kenapa Sih? Kenapa Ya?
Selamat pagi!
Jadi semalem gue habis balik dari syuting video iklan jam 12an. Tentu saja, bukan gue talentnya π°.
Gue bagian script, VO dan ngecek-ngecek shot yang udah dan yang belum.
Selama dua hari syuting video kemarin, gue bertemu lagilah dengan orang produksi. Sutradara, Asisten Sutradara, Campers, Lightning Person, dan lain-lainnya yang mengurus peralatan syuting juga.
Gue bertemu orang baru lagi dan yaa berkenalan lah.
Setelah beberapa lama syuting, ada nih satu orang yang bilang, "Eh lo mau gue kenalin sama temen gue nggak? Umurnya udah segini blablabla tahun depan niatnya mau blablabla"
Dalem hati gue cuma bisa...
Oh, no. Not again.
Gue cuma bisa ketawa-ketawa awkward. Trus dia pake nunjuk-nunjukkin foto dan instagram temennya. Dia pun nanya gue tinggal di mana, umur berapa sekarang, dan instagram gue apa. Dan pas makan semalem dia berusaha foto gue buat dikirim ke temennya! ADOH.
Yaudah akhirnya gue bilang aja,"Hmmm, sekarang gue nggak lagi mencari sih."
In short, dia tanya kenapa, dan alasannya apa kok nggak mau.
Sebenarnya ada banyak alasan dan alasan gue panjang-panjang dan gue lagi males menjabarkan di postingan blog ini dan gue nggak mau menjelaskan juga ke temen baru ini. Akhirnya gue bilang aja,
"Belum siap terikat aja sih."
Hmmm, tapi ujung-ujungnya tetep aja dia kirim foto gue -_-
Kenapa sih, sejak lulus kuliah, makin banyak aja yang "nawarin" kenal-kenalan untuk hal serius begini. Bahkan ada yang langsung ngajak ****** (Haha rahasia, apa tuh ada yang bisa nebak nggak)
Yang nggak bisa gue tolak pastinya yang dari orangtua gitu deh (Lain cerita deh ini)
Pemikiran gue sejak kuliah, melewati usia 21, bahkan sampai sekarang adalah gue merasa belum siap memiliki emotional investment and serious attachment with someone. I just feel like i'm not ready.
Baru setahunan ini sih gue akhirnya paham, kenapa seseorang mau menjalin serious relationship dan menuju jenjang pernikahan. Dan gue tentu mau kok nantinya punya seseorang yang bisa jadi teman hidup. However, on my plan, the time is not now. Rencana gue sih maunya menjelang umur 25 baru mencari yang serius. Kalau sekarang-sekarang belum mau.
Not because like i have a certain ambitious career plan, or i want this and that first, but just because i'm not ready.
Tapi ngeselin juga deh, kenapa ya kayaknya society in here consider women over 25 years old already too late to get married. Haduh, capek.
But also, many people reminds me that life is not working that way. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan. "Bisa aja kamu ketemu seseorang itu sebelum rencana kamu zi, atau melewati rencana kamu."
Hmm iya sih. It makes sense. Makanya, beberapa bulan kemarin, I'm willing to try and I'm trying. Tahu sama beberapa orang juga dan tertarik sih sama salah satunya.
Tapiiiii, ternyata memang semesta berkata lain. Gue mencoba karena pihak lain, padahal gue tahu kalau diri gue memang sebenarnya belum siap, untuk penerimaan, apalagi penolakan.
Jadi, yasudahlah. Cukup tahu aja.
Sekarang, my head back to my original plan and my heart back to build this high and thick walls again. But, i still respect and respond sama, uhm, orang yang masih berusaha mengenal gue.
Mungkin gue emang beda sama kebanyakan perempuan usia gue yang udah serius mencari atau bahkan in serious relationship atau pun udah menikah.
I can't force myself. I have this complicated perspective about serious relationship and to be honest, for now, I don't want to have another risk to get hurt.
Because when i'm seriously loving someone, i'm very loyal and truly give my best to cheerish him.
So, the point is, not now. Even though i'm a woman, i know i have qualities and consider myself quite smart, i have a job and interest, already twenty-something, and the only daughter in my family.
Tapi, tentu saja gue nggak menutup diri untuk mengenal orang baru. Gue hanya membangun dinding kepada orang yang terlanjur udah berniat serius banget untuk hal itu. Kalau just friend, is okay lah. Apalagi kalau langsung sama-sama jujur belum serius dan mau berteman dulu juga.
Damai kan.
Jadi semalem gue habis balik dari syuting video iklan jam 12an. Tentu saja, bukan gue talentnya π°.
Gue bagian script, VO dan ngecek-ngecek shot yang udah dan yang belum.
Selama dua hari syuting video kemarin, gue bertemu lagilah dengan orang produksi. Sutradara, Asisten Sutradara, Campers, Lightning Person, dan lain-lainnya yang mengurus peralatan syuting juga.
Gue bertemu orang baru lagi dan yaa berkenalan lah.
Setelah beberapa lama syuting, ada nih satu orang yang bilang, "Eh lo mau gue kenalin sama temen gue nggak? Umurnya udah segini blablabla tahun depan niatnya mau blablabla"
Dalem hati gue cuma bisa...
Oh, no. Not again.
Gue cuma bisa ketawa-ketawa awkward. Trus dia pake nunjuk-nunjukkin foto dan instagram temennya. Dia pun nanya gue tinggal di mana, umur berapa sekarang, dan instagram gue apa. Dan pas makan semalem dia berusaha foto gue buat dikirim ke temennya! ADOH.
Yaudah akhirnya gue bilang aja,"Hmmm, sekarang gue nggak lagi mencari sih."
In short, dia tanya kenapa, dan alasannya apa kok nggak mau.
Sebenarnya ada banyak alasan dan alasan gue panjang-panjang dan gue lagi males menjabarkan di postingan blog ini dan gue nggak mau menjelaskan juga ke temen baru ini. Akhirnya gue bilang aja,
"Belum siap terikat aja sih."
Hmmm, tapi ujung-ujungnya tetep aja dia kirim foto gue -_-
Kenapa sih, sejak lulus kuliah, makin banyak aja yang "nawarin" kenal-kenalan untuk hal serius begini. Bahkan ada yang langsung ngajak ****** (Haha rahasia, apa tuh ada yang bisa nebak nggak)
Yang nggak bisa gue tolak pastinya yang dari orangtua gitu deh (Lain cerita deh ini)
Pemikiran gue sejak kuliah, melewati usia 21, bahkan sampai sekarang adalah gue merasa belum siap memiliki emotional investment and serious attachment with someone. I just feel like i'm not ready.
Baru setahunan ini sih gue akhirnya paham, kenapa seseorang mau menjalin serious relationship dan menuju jenjang pernikahan. Dan gue tentu mau kok nantinya punya seseorang yang bisa jadi teman hidup. However, on my plan, the time is not now. Rencana gue sih maunya menjelang umur 25 baru mencari yang serius. Kalau sekarang-sekarang belum mau.
Not because like i have a certain ambitious career plan, or i want this and that first, but just because i'm not ready.
Tapi ngeselin juga deh, kenapa ya kayaknya society in here consider women over 25 years old already too late to get married. Haduh, capek.
But also, many people reminds me that life is not working that way. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan. "Bisa aja kamu ketemu seseorang itu sebelum rencana kamu zi, atau melewati rencana kamu."
Hmm iya sih. It makes sense. Makanya, beberapa bulan kemarin, I'm willing to try and I'm trying. Tahu sama beberapa orang juga dan tertarik sih sama salah satunya.
Tapiiiii, ternyata memang semesta berkata lain. Gue mencoba karena pihak lain, padahal gue tahu kalau diri gue memang sebenarnya belum siap, untuk penerimaan, apalagi penolakan.
Jadi, yasudahlah. Cukup tahu aja.
Sekarang, my head back to my original plan and my heart back to build this high and thick walls again. But, i still respect and respond sama, uhm, orang yang masih berusaha mengenal gue.
Mungkin gue emang beda sama kebanyakan perempuan usia gue yang udah serius mencari atau bahkan in serious relationship atau pun udah menikah.
I can't force myself. I have this complicated perspective about serious relationship and to be honest, for now, I don't want to have another risk to get hurt.
Because when i'm seriously loving someone, i'm very loyal and truly give my best to cheerish him.
So, the point is, not now. Even though i'm a woman, i know i have qualities and consider myself quite smart, i have a job and interest, already twenty-something, and the only daughter in my family.
Tapi, tentu saja gue nggak menutup diri untuk mengenal orang baru. Gue hanya membangun dinding kepada orang yang terlanjur udah berniat serius banget untuk hal itu. Kalau just friend, is okay lah. Apalagi kalau langsung sama-sama jujur belum serius dan mau berteman dulu juga.
Damai kan.
Comments
Post a Comment