Next Chapter: Hari Pertama di Melbourne

17th of July 2019
(One month to go to a new age...)

Rasanya kayak nggak nyata. "Gue di sini, nih Beneran di Melbourne dan bakal lama di sini?"

Jadi, hari ini pertama kalinya menginjakkan kaki di Australia, tepatnya di Melbourne. Seharian ini gue merasa kayak ada dalam auto-pilot mode, jalan-jalan di sekitar apartemen (akomodasi sementara), ke Melbourne Central, belanja, dan ngurus beberapa keperluan untuk tinggal di sini dalam jangka waktu yang cukup lama. Kemarin gue masih di Kalibata, dan hari ini udah di one of the most liveable city in the world. Berada di tempat yang baru, tapi rasanya santai aja. Ya emang gue begini sih setiap ke tempat yang baru, jarang panik. Tapi, nggak tahu deh ya kalau nanti pas udah mulai kuliah (?)

Mari bercerita dari bandara. Di Bandara Tulamarine, setelah imigrasi yang cukup panjang itu adalah antri 'declare' alias pemeriksaan barang bawaan yang perlu dicek, boleh atau nggak masuk Australia. Sebelumnya, di pesawat dikasih kartu 'declare'nya dan penumpang disuruh ngisi 'Yes' or 'No' dari daftar pertanyaan barang-barang yang dibawa. Karena gue bawa makanan, kayak dendeng, rendang, dan indomie seleraku, jelas gue isi 'Yes'. Nah, pas pengecekan, yang ditanyain ke gue adalah makanan yang mengandung produk hewan aja. Jadi, petugasnya mau lihat. Dan gue keluarinlah rendang dan dendeng kemasan industri yang gue bawa. Setelah diperiksa, ternyata dibolehin masuk kok.

Menuju tempat nginap, gue dijemput sama fasilitas airport pick up dari kampus. Praktis sih, gampang nemuin petunjuknya di bandara. Gue dan salah satu mahasiswa internasional lain diantar pakai mobil kayak mini van gitu. Drivernya ramah dan suka ngobrol. Nah, ternyata gue yang turun duluan dan sampai di tempat akomodasi. Pas mau ngasih tip ke driver-nya, dia nolak. Katanya "That's very kind of you, but thank you, i'm happy to help." Oooh jadi ngasih tip itu nggak wajib dan nggak jadi budaya juga di sini. Cool cool.

Sampai di apartemen gue beres-beres dikit dan tidur bentar. Capek, di pesawat tidurnya kurang nyenyak. Setelah itu baru deh keluar buat cari makan, sekalian mau cari sambungan colokan listrik. Udah nyiapin beberapa sambungan dari Indonesia, ternyata beda lagi model soket listrik di sini (sambat hari pertama). Gue pun pergi belinya di Coles, Melbourne Central. Selain itu, gue juga mau nukar uang ke AUD lagi di sana. Tapi, karena lagi istirahat dan baru buka lagi jam 4, akhirnya gue pergi aja dulu ke Kantor Bupa buat ngurus kartu asuransi kesehatan.

Yang jelas, cuacanya mendung dan suhunya dingin karena berangin! Dingin banget sampai tangan kayak beku. Eh, ini pertama kalinya juga sih gue datang ke suatu negara disambut musim dingin. Hari ini juga turun hujan beberapa kali. Jadi, benar seperti informasi yang tersebat di internet kalau cuaca melbourne berubah-ubah dan sering hujan.

Setelah keluar part-1, gue balik lagi ke apartemen buat sholat dan beres-beres lagi. Gue pun keluar lagi sekitar jam setengah 8 buat nyari makan malam dan mau beli buah. Pas banget sih dari apartemen langsung keliatan Queen Victoria Market.

Di Queen Victoria Market sekrang lagi dalam tema Winter Night Market. Ada dekorasi butiran-butiran salju yang bertebangan dan lampu-lampu bercahaya. Di pasar ini nggak ramai orang jualan makanan dan barang-barang aja, tapi juga semacam jadi tempat ngumpul beberapa hiburan gitu. Kayak ada kelompok paduan suara orangtua yang nyanyi-nyanyi. Seru siiih, jadi banyak pengujung yang ikutan nyanyi juga. Trus, random banget ada juga sekelompok orang yang joget-joget bareng, mereka nyanyi dari lagu yang di dengerin lewat headphone yang mereka pakai masing-masing. Suasananya ramai, makanya gue agak lama di sini, daripada di apartemen sendirian.

Makan malam gue adalah arancini yang vegetarian. Harganya 12 AUD (iya mahal, gak usah di konversi ke rupiah gitu ah). Semacam bola-bola campuran dari jamur, bayem, dan ada mozarella cheesenya. Di Queen Victoria Market gue juga beli buah untuk sarapan pagi besok. Yahadeuh buah pun mahal yaa.. Mixed fruit sekantong aja (nggak sampai sekilo) 6.5 AUD. Selain itu, gue juga beli Mork Hot Chocolate. Antrinya panjaaang banget. Karena keliatannya enak sih, dan pengen minum yang hangat-hangat juga. Gue pilih yang dark cocoa 75 persen. Nggak nyesel belinya, creamy dan agak pahit yang pas.

Setelah beli hot chocolate, gue berdiri aja lagi nonton paduan suara itu dan ikut nyanyi-nyanyi juga. Setelah jam 9 lewat baru balik deh. Hari pertama di Melbourne, aman deeeh.

Di apartemen langsung mandi dan habis itu video call-an sama mama papa. Karena udah jauh banget nih lokasinya, jadi sering banget video callnya huehehe.

It was a fun day after all, even though the weather is cloudy and gloomy.

Besok rencananya baru deh ke kampus, University of Melbourne. Fufufu, tak sabar juga.

Semangat!

Comments

Popular posts from this blog

A Glimpse of My Occupation

I'm drowning