Bertemu Lagi

Beberapa hari yang lalu saya ketemu lagi dengan Pisey, salah satu teman asal Kamboja yang pernah ikut konferensi bareng di Greifswald, Juni 2016. Setelah itu sebenarnya kita sempat ketemu lagi di UI sekitar akhir 2016. Pisey lagi ikut sebuah student conference juga di UI dan saya lagi nemenin teman yang ikut acara yang sama. Waah, udah lebih dari dua tahun dan nggak nyangka Jumat minggu lalu bisa ketemu lagi.




Dia sekarang kerja di Kementerian Luar Negeri Kamboja dan beberapa hari lagi di Jakarta karena ada tugas nemenin Duta Besar di ASEAN Secretariat. Wah, I'm amazed and it's so good to see her doing well and pursue her dream job to work in Ministry of Foreign Affairs. Kalau dengar cerita-cerita Pisey dan melihat pengalamannya, dia nih orangnya hard worker banget dan passionate dalam bidang hukum dan hubungan internasional.

Jumat itu kita makan malam di Putu Bali, Senayan City. Pilihan saya nggak salah deh karena pernah coba makan di sana sekali. Makanannya enak dan tempatnya juga nyaman. Ditambah lagi, cocok buat ngenalin makanan Indonesia, khususnya makanan Bali ke Pisey. Kita paling suka sama Cumi Goreng Tepung Sambal Matah sih! Dan ada pisang bakar sebagai dessert. Yum yum.


Cukup banyak hal yang kita obrolin. Mulai dari update kegiatan, kerjaan saya yang di media, ngomongin S-2, kasus Primark, hoax di media, Indonesia yang sebentar lagi mau pemilu, bahkan sampai ngomongin artis Indonesia yang galau antara Harvard-Standford si Maudy Ayunda! Ngomong adulting life juga. Dan ternyata, Pisey juga dapat LoA di University of Leeds jurusan International Relations. Saya juga dapat LoA dari Leeds. Hooh, coba saya pilih Leeds dan seandainya Pisey keterima beasiswa, mungkin aja kita bisa kuliah satu kampus.

Ohiya, setelah makan malam, kita pun jalan mau cari Chatime. Pisey cerita kalau Chatime di Kamboja bangkrut sejak 4 tahun lalu. Orang-orang di sana lebih suka Koi. Hmmm saya pun jadi mikir, ternyata walau sesama orang Asia Tenggara, selera pasarnya bisa beda juga ya. Nggak nyangka Chatime yang laku banget di Indonesia dan expand cabangnya cukup masif, tapi di Kamboja malah tutup.

Akhirnya, Pisey yang suka Chatime pun bisa melepas rindu beli Pearl Milk Tea Chatime. Pas pesan, topping pearl-nya habit dan harus nunggu 15 menit dulu. Ya nggak apa-apa deh, kapan lagi dia bisa minum/makan itu kan ya. Katanya, bubble Chatime lebih enak daripada Koi. Setuju, sih! Apalah milk tea jika tak ada bubblenya, hahah.


It was a nice catch-up. Saya senang banget dan nggak nyangka masih bisa ketemu lagi sama teman yang asalnya jauh ini. Untung juga Pisey ngabarin dia lagi di Jakarta dan waktu saya pulang kantor Jumat itu masih free sebelum ketemu teman lain. Semoga bisa tetap berhubungan, dan ketemu lagi entah di mana nantinya, hehe.


Comments

Popular posts from this blog

A Glimpse of My Occupation

I'm drowning