Cerita yang Menjadi Masuk Akal



"It is where you were supposed to be..."

Foto di atas adalah salah satu halaman dari buku "The Five People You Meet in Heaven" karangan Mitch Albom. 
Kadang (atau sering ya?) merasa nggak paham sebenarnya apa yang saya lakukan itu berdampak baik nggak sih untuk orang lain. Apakah yang saya lakukan berarti? Kadang pun merasa "Ah saya nggak ngapa-ngapain." 

Tapi, sebenarnya nggak seperti itu. 

Apa pun, sekecil apa pun yang kita lakukan pasti ada pengaruhnya. Kayak dari buku ini, tokoh utamanya, Eddie yang seorang teknisi di sebuah taman bermain merasa seumur hidupnya dia di tempat yang sama dan nggak melakukan hal yang berarti. 

Padahal pekerjaan dia yang berkaitan dengan keamanan di taman bermain ternyata sudah menyelamatkan banyak anak yang datang ke sana.

Saya sempat merasa nggak berarti, seperti yang tokoh Eddie rasakan. Padahal sebenarnya nggak, toh.

Rasanya, sama seperti perjalanan hidup yang sedang saya alami sekarang. Potongan-potongan kejadian yang dialami akhirnya menjadi puzzle yang membentuk cerita, dan semua potongan itu berarti.

Terima kasih dan sampai jumpa

Hari ini adalah hari terakhir saya di kantor. Hari terakhir dari perkerjaan pertama setelah lulus kuliah. Sebagai diri yang merasa masih banyak kekurangan dan perlu lebih belajar lagi, saya merasa beruntung di terima di kantor media ini dan bertemu dengan atasan serta teman-teman yang baik. 

Selama bekerja, saya dapat insight terkait topik yang saya minati karena pekerjaan saya berhubungan dengan banyak klien dari beragam industri. Melalui insight itu, tertuang pula jadinya dalam bentuk tulisan dan keputusan saya selanjutnya untuk lanjut di bidang marketing communication dengan S-2 dulu. 

Pada periode ini pula saya ketemu atasan yang bisa mendukung kelebihan saya dan bisa point out kekurangan saya di mana secara jelas dan nyablak (?) yang asyik. Baik banget deh dan saya sangat berterima kasih sekali.

Saya pun ketemu teman-teman (ada yang udah resign) yang menarik. Ada yang cocok buat ngobrolin deep talk terkait kehidupan, ada juga yang bisa ngasih rekomendasi terkait karier. Apalagi pada beberapa bulan lalu ada masuk teman baru dan di saat yang tepat dia mengingatkan saya untuk fokus sama upgrade diri. Ini adalah usia terbaik untuk konsentrasi dengan kelebihan diri sendiri dan mengembangkannya. Fokus. Rasanya diingatkan seperti itu di saat yang tepat sekali dan itu seakan-akan menjadi takdir yang baik.

Seandainya, seandainya...

Lalu, hari ini saya juga ngobrol-ngobrol dengan dua orang teman kuliah saya. Beberapa bahasan kita adalah tentang common sense, logika, dan beruntungnya (bersyukurnya) kita bisa mendapat pendidikan dan belajar dunia komunikasi. Kadang merasa sendiri dan berbeda dari kebanyakan orang atas pikiran yang "berat" dan "overthinking" ini, tapi ternyata nggak. Masih ada teman-teman ini yang berpikiran serupa (likeminded). Dan dari keberuntungan tersebut kami merasa kalau itu perlu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk orang sekitar pada saat ini hingga ke depannya nanti.

Saya kadang suka bertanya-tanya, gimana ya kalau dulu ternyata saya diterima kuliah di tempat lain, nggak belajar komunikasi (mungkin belajar desain?), nggak ketemu orang ini dan itu, nggak berada pada pekerjaan yang terlibat dengan bidang-bidang yang generalis, atau membuat keputusan yang berbeda dari yang sudah terjadi, dan sebagainya. Rasanya kalau jalannya berbeda maka nggak akan membentuk menjadi diri Auzi yang sekarang ini. Dan inilah yang membuat saya semakin bersyukur.

Contohnya nih, ada hal yang saya lakukan beberapa tahun lalu, trus berdampak ke saya di waktu sekarang. Atau, ada kegiatan yang saya ikuti 2018 lalu trus nggak disangka-sangka seseorang di kegiatan itu jadi teman diskusi yang oke buat saya. Dan masih ada lagi kejadian kayak gini yang efeknya terlihat sejak awal 2019 ini. Everything affects everything. Indeed, God always has the best plan.

Di tengah banyaknya keraguan dan beberapa kali sempat merasa nggak berarti kayak si tokoh Eddie, saya sadar kalau apa yang udah saya lakukan sebisa saya memang ada manfaatnya. Melalui kesalahan diri sendiri dan orang lain pun juga ada hikmahnya (cieilah) untuk keseluruhan cerita. Dari berbagai kejadian akhir-akhir ini, saya pun teringat kembali untuk harus lebih bisa menghargai diri sendiri dan selalu bersyukur akhirnya sudah sampai di titik ini.

Penerimaan

Tepatnya, kurang lebih selama tujuh bulan terakhir ini saya merasa apa yang saya butuhkan mendekat. Saya rasa semuanya bermula dari......menerima, menyerah, jujur, berani, dan memutuskan untuk mengambil risiko, serta melawan apa yang saya takutkan. Terlebih lagi yaa saya ketemu (lagi) sama orang-orang yang membuat saya banyak belajar dan saya jadi bisa memutuskan apa yang terbaik buat diri ini.

Jujur, istilahnya butuh lebih dari dua tahun untuk lebih berdamai atas berbagai kejadian yang udah terjadi. Ada kekecewaan (ke diri sendiri maupun ke orang lain), marah, kepuasan, penerimaan, rezeki yang nggak disangka, dan rasa syukur untuk akhirnya ikhlas di semua ini. Udah jadi takdirnya, baik itu dalam hal profesional dan personal. Semua potongan kejadian terasa jadi cerita yang masuk akal. 

For me, it feels like the universe said these: 
"It is where you are supposed to be, Auzi." 
"Kamu belajar dan diri kamu nggak salah."
"Never settle for less. And stay being yourself."

Oke rasanya tulisan ini mulai kayak ngalor ngidul. Tapi saya ingin tulis aja, karena pikiran dan perasaan ini rasanya layak diingat. Atau mungkin ini hanya efek kafein setelah ngobrol-ngobrol dengan teman tadi.

Ohiya, tentu rasanya jalan cerita masih panjang. Masih ada chapter selanjutnya yang rasanya akan lebih exciting dan menantang lagi. Saya pun harus siap menghadapi itu sebentar lagi.

Dari perasaan bersyukur ini, intinya, membuat saya pun merasa lebih yakin dengan diri sendiri. Saya punya daftar orang-orang yang udah sengaja maupun nggak sengaja dari apa yang mereka lakukan atau katakan jadi membantu dan membentuk saya sampai saat ini. 

Terima kasih banyak. Saya doakan yang terbaik untuk kalian pokoknya. 

Let's make this present moment in life counts, ya :)


Comments

Popular posts from this blog

A Glimpse of My Occupation

I'm drowning